Monday, 27 June 2016

Seorang Turkey Menjadi Tamu keluarga Kami

Assalamulaikum teman-teman semua… terima kasih ya sudah berkunjung  ke Blog ini, dan hari ini saya baru membuat post untuk Blog saya lagi, karena sudah beberapa bulan ke belakang ini, saya terlalu sibuk dengan kegiatan “menulis Content” untuk beberapa Project menulis sebuah website. Tapi kali  ini saya gak cerita soal BTS jadi penulis content dulu ya, well… saya akan bercerita tentang kedatangan seorang tamu dari Negara Turkey, seperti judul di atas.

Seminggu yang lalu, tepatnya tanggal 21 Juni 2016, Keluarga saya kedatangan tamu orang asing yang berasal dari Negara islam yang ada di benua Eropa, kamu tahu Negara apa itu? Ya, benar sekali, tamu kita datang dari Negara Turkey. Dia adalah seorang tentara turkey (Turkish Army) yang merupakan teman dekat adik saya. Karena adik saya sering bercerita mengenai Indonesia, sepertinya laki-laki dari Turkey ini berminat untuk mengunjungi Indonesia, hingga pada tanggal tersebut, tepatnya jam 7 Malam, dia berhasil mendarat di Bandara Soetta, setelah menempuh  perjalanan selama 12 Jam dengan pesawat Turkish Airlines, dari Istambul menuju Jakarta.






Pertama kali berjumpa dengan laki-laki berusia 22 tahun yang seorang tentara Turkey ini, kami melihat kalau orang ini sama saja seperti kebanyakan anak-anak muda di Indonesia. Dari caranya berpakaian, hingga gadget yang digunakan, persis seperti anak muda kekinian yang ada di Indonesia. Untungnya dia ini bisa berbahasa Inggris dengan cukup baik, jadinya kita masih bisa berkomunikasi dengan lancar, terutama saya dan adik saya. Anggota keluarga saya yang lain belum terlalu lancar berbahasa inggris, tapi tidak terlihat canggung saat berkomunikasi denganya.

Seorang Turkey yang bermuka “Bule” ini, tidak bisa kami terima sebagai tamu di rumah, seperti hal nya menerima tamu lain yang satu bangsa. Ada beberapa hal yang menurut saya “ribet” jika harus menerima orang tersebut  di rumah. Untungnya, sebelum dia pergi ke Indonesia, dia sudah membooking salah satu hotel di Bandung yang cukup nyaman untuknya tinggal. Sebagai anak muda kebangsaan Eropa ini, ada banyak hal yang membuatnya berbeda kebudayaanya dengan kita, orang Indonesia. Keunikanya ini bisa dilihat di bawah ini:

1.       Tentang Sandal dan Kaos Kaki

Saya suka bingung sendiri, saat teman adik saya ini bertanya, kenapa saya dan adik saya tidak memakai sandal dan kaus kaki saat berada di rumah. Saya jawab, saya pakai kaos kaki saat dulu pergi ke sekolah, atau jika sedang sakit. Lantai di rumah kan tidak terlalu kotor, jadi tidak perlu pakai sandal di rumah.

Berbeda dengan kebiasaan dia dan negaranya, di negaranya, memakai kaus kaki dan sandal di rumah itu sangat penting. Saat berjalan di dalam rumah, saat akan tidur, apalagi saat akan pergi ke luar rumah, dengan gaya santai, wajib memakai kaos kaki. Tidak heran, telapak kakinya sangat bersih dan licin, seperti kaki bayi.

2.       Gaya berpakaian dan Pilihan Merek Pakaianya

Orang eropa sepertinya tidak mengenal barang-barang KW, seperti yang sering kita beli di Indonesia. Saat hendak berbelanja di Bandung, kami mengajaknya untuk pergi ke Paris Van Java. Saya dan adik saya merekomendasikan PVJ mall, karena disana produk-produk yang dijual high quality dan cocok dengan kepribadian dia.

Di sana, kami mengunjungi store Zara, Adidas, Lacoste dan Top Shop. Saya dan adik saya fikir, mungkin produk-produk itu sesuai dengan keinginanya, karena sehari-harinya, pakaian dan sepatu yang dia gunakan dari merek-merek itu juga.  Setelah berkeliling, rupanya dia  melihat dan dia bilang kalau semua yang dijual disana, adalah model-model lama dan berbeda dengan di negaranya.

3.       Mencoba Masakan Indonesia dan Membandingkanya dengan Masakan di Turkey

Selera makan saya dan adik saya yang Indonesia banget, sukanya makanan yang harus agak pedas dan rasanya gurih tentunya. Tidak lupa, nasi adalah hal yang wajib kami makan, saat lapar. Rupanya Bule turkey ini ingin mencoba masakan Indonesia. Tidak ada roti atau yoguhrt yang dia makan, seperti di Negaranya, dia mencoba makan nasi goreng, nasi liwet dan juga nasi putih biasa.

Komentar dia untuk nasi , sepertinya Nasi putih biasa kurang dia suka. Dia lebih suka nasi goreng dan juga nasi liwet, nasi yang ada minyaknya dan juga ada rasanya. Untuk lauk pauknya, Ayam Goreng, telur omelet adalah kesukanya. Yang penting tidak pedas, dan tidak terlalu manis. Dia bilang, “kenapa orang Indonesia ini makananya terlalu pedas, terlalu asin dan terlalu manis”? saya dan adik saya cuman bisa senyum aja.

4.       Suka dengan jaringan Wifi yang Maksimal, serta tempat yang luas dan bersih

Selama di Bandung, Wifi adalah hal yang penting untuknya, karena dengan itu, dia dapat menghubungi keluarganya dengan mudah. Saat jaringan Wifinya menjadi ‘lambat’ dia akan berkomentar, kenapa Indonesia jaringan Wifinya sangat lambat. Untuk ukuran pria, menurut saya bule turkey teman  dekat adik saya ini sangat cerewet, susah diatur dan juga terlalu bersih.

5.       Mau Mencoba Segala Makanan dan Selalu Minum Air teh

Saya dan adik saya baru tahu, kalau orang Turkey ternyata suka minum teh. Teh yang dia suka adalah jenis teh hitam yang harganya cukup mahal di Indonesia. Apapun jenis  makananya, yang penting dia minum air teh. Makanan yang cukup dia sukai adalah Mie Bakso. Sedangkan buah-buahan yang dia sukai adalah Belimbing. Dia bisa menghabiskan belimbing sebanyak 5 buah oleh dia sendiri. saat kami menyuruhnya mencoba Durian, ternyata dia menolak, dengan alasan baunya saja sudah tidak enak.

6.       Bau Badan , Rajin Gosok Gigi dan Tidak Suka Cuaca Panas

Untuk masalah Bau badan, seorang Turkey ini Bau badanya netral, tidak memiliki bau badan yang menyengat karena berkeringat. Dia menggunakan parfume dari merek Zara , yang bernama Zara Gold Men. Harumnya seperti buah jeruk mandailin yang entah apa artinya. Karena pengaruh parfume ini mungkin badanya selalu wangi sepanjang hari.

Selain itu, dia juga rajin gosok gigi. Setiap habis  makan, pasti dia gosok gigi dengan pasta gigi khusus yang dia bawa dari negaranya, karena kebetulan giginya berbehel. Sejak datang pertama kali ke Indonesia, dia selalu mengeluh pada adik saya, kalau cuaca di sini sangat panas, dan dia benar-benar perlu AC.

Well… kedatangan tamu orang asing, seperti orang Turkey ini rasanya menyenangkan, karena dapat mengenalkan Indonesia kepadanya, serta mengenalkan ciri khas orang Indonesia yang ramah dan welcome kepada tamu orang Asing seperti dia. Namun, untuk membantu mengurus kehidupan sehari-harinya selama di Indonesia, cukup merepotkan juga, tapi dia cukup mandiri, karena semua pengeluaran dia selama di Indonesia, dia tanggung sendiri. tunggu cerita berikutnya ya… J




No comments:

Post a Comment