Tuesday, 22 December 2015

Hari Ibu: Kisah Uwais AL-Qarni yang menyayangi Ibunya

sebagian orang  memperingati Hari Ibu pada 22 Desember setiap tahunya. di seluruh dunia, perayaan ini dirayakan dengan tradisi masing-masing di setiap negara. ada yang merayakanya dengan cara satu hari special membahagiakan Ibu yang mereka kagumi untuk sama-sama merayakan perayaan tersebut. ucapan, status, tweet, di berbagai sosial media, juga menjadi salah satu cara untuk merayakan perayaan ini, dengan hastag #mothersday atau #hari ibu, kamu bisa menemukan banyak kisah yang haru dan membahagiakan.

sebagai seorang yang memeluk agama islam, saya ,melihat hal ini sebagai pengingat saja, bahwa sosok ibu memang istimewa. saya tidak mau memperingatinya secara berlebihan, karena hal-hal semacam ini memang tidak pernah saya rayakan dengan special. saya hanya teringat tentang sebuah kisah yang pernah saya saksikan lewat salah satu acara Ensiklopedia mengenai islam, di trans 7. kisah yang mengharukan ini adalah Kisah mengenai seorang Pemuda asal Yaman, yang hidup pada zaman rasullulah SAW, yang dengan rasa cinta dan sayangnya terhadap sang Ibu, beliau diberi balasan yang luar biasa oleh Alloh SWT. kisah ini sepertinya sudah jarang terjadi di kehidupan kita saat ini, namun saya yakin, masih ada generasi yang seperti Pemuda Yaman ini, beliau adalah Uwais Al-Qarni.


Sumber from: Google

Uwais adalah seorang pemuda yang berasal dari Yaman, Saudi Arabia. dia dan Ibunya hidup di Zaman Rasullulah SAW. dalam kisah tersebut diceritakan bahwa Uwais dan ibunya adalah keluarga yang hidup miskin. sehari-harinya Uwais adalah seorang pengembala kambing, uang hasil menggembalakan kambingnya hanya cukup untuk memenuhi hidup dia dan ibunya. sekalipun dia mendapat rezeki yang berlebih, dia gunakan untuk membantu tetangganya yang lain, yang juga hidup miskin seperti Dia.

Ibu Uwais saat itu sedang berada dalam keadaan sakit dan sudah sepuh, menurut kisah tersebut, Ib Uwais mengalami kebutaan dan Lumpuh, Uwais  mengurusnya setiap hari. memberi ibunya makan, dan juga mengurus segala keperluanya, tanpa meminta pamrih, Uwais melakukanya semata-mata karena beliau menyayangi ibunya, dan hanya dengan ibunya Uwais setiap hari berbagi cerita.

Uwais saat itu hidup di zaman rasullulah SAW, dimana semua orang di zaman itu, terutama orang yang berdatangan dari Madinah, selalu membawa cerita mengenai Rasul. berita mengenai Rasullulah SAW yang berakhlak mulia ini, sampai juga di telinga Uwais, sehingga membuat Uwais penasaran, sebenarnya seperti apa Rasullulah SAW itu. lama -kelamaan, Uwais semakin penasaran saja dengan sosok rasullulah ini, dan hatinya berkata, ia ingin sekali menemui Rasullulah ini, untuk memberikan penghormatanya kepada Rasullulah. namun ketika Uwais memiliki keinginan ini, uwais mengalami dilema.

dilema yang Uwais rasakan adalah, untuk menemui Baginda Rasul, uwais harus pergi dari Yaman menuju Madinah, karena saat itu, Rasullulah SAW tinggal di Madinah. sementara Uwais juga tidak memungkinkan untuk meninggalkan Ibunya yang sudah sepuh, dan juga sedang sakit. bagaimana mungkin Uwais harus meninggalkan ibunya dalam keadaan seperti itu, namun Uwais juga sangat ingin bertemu Idolanya, Yaitu Rasululah SAW. akhirnya Uwais mencoba untuk berbicara dengan Ibunya mengenai keinginanya ini.

Uwais tidak menyangka, setelah membicarakanya dengan sang IBU, ternyata Ibu Uwais sangat bangga dan terharu akan keinginan Uwais untuk menemui Baginda Rasul, Ibunya memberi Ijin pada Uwais, dengan syarat bila telah bertemu dengan Rasulullah, uwais harus segera cepat Pulang. akhirnya Uwais berangkat ke Madinah, dengan terlebih dahulu mempersiapkan keperluan Ibunya sebelum ia pergi.

Akhirnya Uwais Pergi ke Madinah, dan sampailah ia di depan Rumah Rasullulah. saat itu istri Rasul, Aisyah r.a membukakan Pintu, dan bertanya, siapa Uwais dan mengapa uwais datang ke rumah Rasul. uwais menyatakan niatnya datang ke Madina pada Aisyah r.a , adalah untuk bertemu Rasulullah, dan Uwais sangat mengidolakanya, Uwais merindukan Sosoknya. Namun, sayang sekali pada saat itu, baginda Rasullulah sedang dalam peperangan, dan tidak berada di rumahnya. Uwais sangat kecewa, jauh-jauh dia datang ke Madinah, namun belum bisa menemui Idolanya. uwais sebenarnya ingin menunggu Rasullulah Pulang, namun Uwais ingat, ia meninggalkan Ibunya yang sedang sakit di Yaman, tanpa fikir panjang, akhirnya Uwais memilih untuk Pulang, kembali merawat ibunya yang sedang sakit tersebut.

Baginda rasullulah telah pulang dari medan perang, atas kebesaran alloh SWT, sebenarnya Rasullulah sudah tau mengenai kedatangan Pemuda tersebut, kemudian ia menyerukan kepada shabat-sahabatnya mengenai pemuda tersebut. bahwa pemuda tersebut bukan lah manusia biasa, namun ia adalah penghuni langit, ia sangat sayang kepada ibunya, tutur Rasullulah. beliau juga mengatakan bahwa pemuda tersebut memiliki tanda putih di telapak tanganya, dan kelak siapa saja di antara para sahabatnya yang datang menemuinya, akan meminta syafaat kepada Uwais. tidak lama setelah itu Baginda Rasullulah akhirnya Wafat.

pada zaman Khalifah Umar, akhirnya Uwais dapat ditemukan. saat itu Uwais masih menjadi orang miskin, dan kabarnya Ibunya yang sepuh dan sakit tersebut sudah meninggal dunia. khalifah umar ingat akan pesan yang disampaikan oleh Rasullulah saat itu, kemudian ia membuktikanya dengan mendatangi Uwais, dan meminta ingin mendapatkan syafaat dari nya, Uwais menolak dengan alasan dia bukan siapa-siapa, namun Khalifah Umar saat itu membalikan telapak tanganya, dan benar saja, ada tanda putih di telapak tangan Uwais. Uwais pun memberikan syafaat. kabar ini disebarkan oleh Khalifah Umar, namun Uwais meminta untuk tidak melakukan hal tersebut, karena Uwais tidak ingin manusia lainya tahu mengenai hal imi, Uwais tetap ingin dikenal sebagai orang miskin, yang menggembalakan kambing saja.

sayangnya, tidak lama setelah kejadian itu Uwais meninggal Dunia. dan apakah kamu tahu, apa yang terjadi saat itu? tiba-tiba banyak orang yang berebut ingin memandikan Jenazah Uwais, padahal mereka bukan teman Uwais, bahkan bukan keluarganya Uwais, namun, atas kebesaran alloh, Uwais dimudahkan ketika akhir hayatnya sudah tiba, sangat banyak orang yang mendo'akanya. mungkin ini adalah balasan dari Alloh SWT yang maha mengetahui segala amal kebaikan yang Uwais lakukan, terutama kepada Ibunya.

cerita ini, sangat menyentuh bagi saya, dan mudah-mudahan kembali menyadarkan kepada kita semua, yang masih memiliki orang tua lengkap, atau pun tidak, bahwa kasih sayang orang tua kita adalah sangat besar, dan tidak bernilai harganya, selain itu, ketika kita berusaha untuk membalasnya dengan cara yang baik, mungkin kita juga akan mendapat Balasan yang baik juga, karena alloh adalah maha mengetahui segala yang diperbuat oleh mahluknya. Aaaminnn.

Cerita selengkapnya, bisa kamu saksikan dengan mengKlik Uwais AL-Qarni






Story: rewrite from Uwais Al-Qarni Story



2 comments:

  1. Masyaa Allah. Sahabat Nabi adalah panutan yang paling terpuji

    ReplyDelete