Tuesday, 13 October 2015

Sesosok Ukhti

wahai Ukhti, wajahmu sangat polos dan bersih, kerudungmu juga menjuntai hingga menutupi sebagian tubuhmu, tutur katamu juga sangat ramah dan lembut, sepertinya siapapun yang berbicara denganmu baik wanita atau Pria, akan merasa senang dan menghormatimu, Namun..... Mengapa kamu tidak bisa menahan Nafsu, untuk tidak berpacaran di depan Umum? saya bukan lah wanita yang lebih suci darimu ukhti, tapi paling tidak saya menjaga supaya hal tersebut tidak terjadi pada saya, ketika saya berada di Luar dengan lawan jenis saya. Kerudung saya juga belum lah sempurna sepertimu ukhti, tapi saya ingin terlebih dulu menyempurnakan pribadi saya, agar kelak ketika berkerudung sepertimu, Pribadi saya pun sesuai dengan penampilan saya.


ukhti-ukhti cantik From: Google

deretan kata diatas bukanlah sebuah Puisi atau lirik lagu tentang seorang Ukhti, tapi sosok ukhti yang ingin saya ceritakan adalah perempuan yang memakai kerudung panjang dan sangat syar'i.  saya sering memanggil perempuan yang berkerudung panjang seperti itu  sebagai "Ukhti" karena, ya Cocok saja he. dibandingkan dengan saya, yang walaupun sudah berkerudung sejak lama, namun saya merasa belum cocok dipanggil menjadi Ukhti. menurut saya menjadi Ukhti ini adalah seperti hendak diwisuda, ketika kita berhasil menjalankan segala perintahNYA dengan sempurna, baru lah bisa menjadi the Real Ukhti #imho




beberapa waktu lalu, saya cukup kaget melihat suatu kejadian yang belum pernah saya lihat sebelumnya. sebetulnya ini bukan lah hal yang memalukan, bahkan sebagian besar orang zaman sekarang, akan menganggap hal ini Wajar saja. saya melihat sesosok ukhti Muda di Sebuah mall, sedang berjalan-jalan dengan lawan jenisnya seorang pria muda. awalnya saya biasa saja melihat mereka sedang berbicara sambil saling melemparkan senyuman, ketika hendak turun ke eskalator bersamaan, tiba-tiba si Pria Muda ini Merangkul si Ukhti muda, seakan tidak ada rasa canggung atau malu dilihat orang lain di belakangnya. sang ukhti pun sepertinya merasa nyaman ketika dirangkul seperti itu. saya yang berada di belakangnya merasa kaget dan bertanya-tanya, apakah mereka pasangan suami istri? saya melihat tidak ada cincin di jari mereka, dan melihat dari wajahnya, mereka masih sangat muda.

baiklah.. saya tidak mau berprasangka buruk. lagi pula mereka ini saya tidak kenal, mereka hanya orang selintas. tapi, jika dugaan saya ini benar... mungkin zaman sekarang memang hal itu tidak dianggap aneh lagi, dikalangan religi seperti mereka. saya yakin, kalangan religi seperti itu biasanya sangat taat dan patuh dalam segala hal, tetapi mereka juga manusia ya, mungkin mereka harus belajar lagi bagaimana cara untuk menjaga Image agar kelak, orang lain yang melihat tidak akan berpikiran sama seperti saya.

melihat hal tersebut, saya jadi berpikir kalau, untuk menjadi wanita muslim yang 100% muslimah, itu cukup sulit. namun juga cukup mudah. mudah ketika kita menjadi Fokus terhadap segala ibadah yang kita Jalankan, dan sulit ketika banyak sekali Godaan yang datang dari lingkungan ataupun hal lainya.

mungkin, ketika posisi kita seperti terjebak diantara menjadi sholehah atau masih menuju proses sholehah yang bisa kita lakukan adalah melatih pertahanan diri kita. sekuat apapapun Godaan yang datang pada kita. kita harus pintar dalam menjauhkan godaan tersebut. mungkin untuk menjauhkanya perlu waktu, tapi hasilnya akan sangat berguna untuk kita atau pun lawan jenis kita.

saya tidak menggurui atau menceramahi Ukhti... saya sendiri belum bisa menjadi se sholehah ukhti, tapi saling mengingatkan hal-hal yang baik memang seharusnya dilakukan,  setuju ukhti?






1 comment: