Saturday, 1 August 2015

Trombosit "Bawaan"

Lama tidak posting blog kangen juga. Biasanya disibukan dengan rutinitas sehari-hari yang gak ada diemnya, atau engga sibuk liburan abis liburan hehe. Sayangnya cerita kali ini berbeda, karena saya bukan sudah menghabiskan waktu karena rutinitas atau liburan, tetapi karena baru sembuh dari sakit yang cukup berat.Sebenarnya sampai sekarang “merasa” sembuh pun, saya belum tahu, kemarin ini pastinya saya sakit apa ya. Dikatakan sembuh pun karena itu menurut saya sendiri. Saya merasa badan saya enakan, sudah bisa jalan-jalan kaki (walau belum bisa jauh), sudah bisa makan makanan seperti normal lagi . sebelumnya saya bener-bener hanya tergolek lemah di tempat tidur, sampai solat saja diatas kasur, makan juga disuapi.

Well.. saya akan cerita dan share sedikit tentang sakit yang saya alami beberapa waktu lalu.  Gejalanya awalnya adalah demam tinggi. Saya mengalami demam cukup tinggi di hari pertama, demamnya disertai dengan badan linu-linu, terutama disekitar persendian kaki dan tangan. Saat itu saya belum sempat ke dokter, belum minum obat apapun juga. Makan pun sudah mulai tidak berselera tetapi dipaksakan.Hari kedua, ternyata demam yang saya alami belum reda. Malah saya merasa suhu badan saya jauh lebih panas ketimbang sebelumnya, tapi entah karena bandel atau apa, di dua hari itu saya masih kuat jalan- kaki kecil disekitar rumah, saya sangat tidak berselera makan apapun, yang ada saya hanya minum- dan minum air putih sampai saya ke toilet beberapa kali di rumah. Badan saya masih linu dan saya mulai merasa sakit di ulu hati saya, kemudian malamnya, saya benar-benar tidak bisa tidur, hanya bisa berguling kanan kiri saja dari jam 9 malam, hingga 5 pagi. Cukup menyiksa untuk ukuran orang sakit ya.

Hasil tes Lab



Besoknya, finally saya menyerah dan saya putuskan untuk cek ke dokter. Kepala saya benar-benar pusing dan keleyengan. Tapi sekali lagi, saya masih bisa jalan kaki sendiri, walaupun agak sempoyongan. Kemudian saya cek ke dokter di dekat rumah, dan dokter menanyakan apa yang saya rasakan selama demam ini, lalu dokter menyimpulkan untuk tes darah ke lab, bisa jadi ini cikunguya atau radang tenggorokan katanya. Saya diberi rujukan untuk cek ke lab. Kemudian saya diberi beberapa obat paracetamol, antibiotic, beberapa obat kapsul yang saya tidak tahu apa namanya.
Setelah minum obat tersebut, malamnya saya merasa mandi keringat, tempat tidur saya benar-benar basah dengan keringat, dan besok paginya, saya merasa panas badan saya sudah turun dan normal kembali. Kemudian saya mencoba untuk makan nasi. Sebelumnya saya hanya boleh makan bubur. Saya berniat untuk cek lab, tapi saya piker kalau panasnya sudah normal lagi, saya tidak perlu cek ke lab, akhirnya saya mandi dan saya pergi ke luar rumah dengan dibonceng adik perempuan saya. Kami pergi ke bank saat itu, dan diam dalam ruangan berAC kurang lebih 1 jam.



Sorenya…. Ternyata badan saya kembali panas, seperti semula. Kali ini, saya benar-benar takut, karena ternyata panasnya kembali lagi, dan linu-linunyapun tidak tertahankan.  Saya juga tidak melihat ada bercak-bercak atau ruam merah disekitar kulit saya.Besok paginya, saya putuskan untuk cek darah ke lab. Memang ya, kalau dokter sudah menyuruh cek, seharunya sesegera mungkin ke lab , supaya kita gak penasaran. Setelah ambil hasil tes, saya cek kembali ke dokter langganan ibu saya yang ada di kota bandung, dan dokter tersebut pun menyebutkan bahwa “sepertinya” saya terkena Dengue fever, atau Demam Berdarah. Setelah dilihat  nilai trombosit saya hanya mencapai 66.000 dari yang seharusnya (150rb-300rb). Dan dokter bilang, ini harus segera dirawat. Tapi saya masih santai dan tenang melihat hasil test tersebut, si dokter kembali membeli saran, coba nanti anda cek lab sekali lagi, kalau memang hasil tromboositnya segini-gini juga, berarti mungkin trombosit bawaan anda memang cumin segitu. Dan beliau juga sempat menanyakan, jika saya cedera atau terbentur apa yang terjadi pada kulit saya, dan saya bilang, saya sering biru-biru memar gak karuan.

Well… alhmdulilah sekarang sudah 3 hari saya merasa badan saya enakan, dan saya sudah bisa makan nasi dengan lauk pauknya seperti biasa, hanya saja makanan yang pedas, dingin dan terlalu banyak santan tidak saya konsumsi terlebih dulu. Dan untuk mengimbangi jumlah trombosit yang takutnya kenapa-napa lagi, saya minum sari kurma Al-zazira.


Apakah kamu pernah mengalami sakit yang sama dengan saya? Seperti dbd tetapi mungkin juga bukan dbd… silahkan share ya J

No comments:

Post a Comment