Saturday, 29 August 2015

Tinggal di Perumahan

Ini bukan artikel property, yang saya buat untuk memahami property, bukan karena tiba-tiba saya menyukai property atau ingin berinvestasi property, tetapi sebagai salah satu warga yang tinggal di area perumahan, saya ingin berbagi cerita tentang bagaimana pengalaman saya tinggal di area perumahan yang merupakan bagian dari property.

Warga yang tinggal di perumahan dikenal sebagai warga yang “kelas atas” atau “middle class” ke atas. Mengapa demikian, karena rata-rata warga yang tinggal disini adalah yang berpenghasilan cukup tinggi. Rata-rata mereka adalah pegawai BUMN, pegawai Bank, Pengusaha, yg keseharianya sibuk dengan bekerja dan berdagang. Setiap harinya rumah tinggal mereka sangat sepi, hanya setiap menjelang malam, rumah mereka terlihat terisi.


Perumahan sumber Google


Pada umumnya perumahan yang seperti saya tinggali ini, punya dua jenis property yang diperjual-belikan. Yang pertama adalah Rumah untuk tinggal, dengan model standard sesuai tipe, yang kedua adalah Rumah Toko atau Ruko.  Untuk ruko biasanya banyak orang membeli untuk kegiatan investasi. biasanya untuk Jual ruko atau sewa ruko adalah dua pilihan yang bisa investor pilih untuk kegiatan investasinya.

Beberapa orang saat ini, sepertinya memilih tinggal di area perumahan, karena ingin tinggal dengan aman dan nyaman. Sama hal nya seperti saya dan keluarga saya. Kami senang tinggal di area perumahan ini, selain tempatnya luas dan bersih, rumahnya bagus, modelnya gak jadul dan fasilitas seperti keamanan, sarana olahraga jogging track merupakan paket yang menjadikan kami sangat ingin tinggal di perumahan. Suasananya juga tidak terlalu bising dan ramai seperti rumah-rumah yang ada di gang atau pinggir jalan raya.

Walaupun senang tinggal di area perumahan besar, tapi ada juga loh tidak senangnya. Biasanya masalah ini datang dari antar tetangga disekitar area Blok Perumahan kita. Karena rumah disini berdampingan, dan setiap bloknya berbeda-beda, setiap orang yang dianggap “akrab” dengan warga lainya biasanya akan dijadikan pilihan saat harus memilih ketua RT/RW atau Bendahara dan lain sebagainya. Ketika orang tersebut tidak bersedia atau mengundurkan diri karena satu alasan dari pilihan seperti itu, tidak sedikit tetangga dekatnya yang akan bergosip masalah tersebut. Hal lainya adalah kepemilikan suatu barang mewah atau berharga. Hal ini dirasa kurang baik, karena akan memicu kecemburuan dari orang lainya. hal seperti ini yang terkadang membuat kurang betah tinggal di area perumahan.


Sebaiknya, tinggal dimana pun kita dengan keluarga kita, baik itu di area perumahan atau di pinggir jalan raya, tidak ada bedanya. Hanya saja, kita sebagai warga perlu menjaga hubungan baik dengan semua tetangga kita. Bisa menjalin kerjasama dengan tetangga juga tentu menjadi hal yang menyenangkan. Saling mengirim makanan kesukaan, berbagi cerita dan pengalaman menarik dengan tetangga, jauh lebih baik dibanding kita saling merasa cemburu atau ingin dianggap lebih dibanding orang lain. 

No comments:

Post a Comment