Wednesday, 5 August 2015

sosok laki-laki Idaman para wanita

Laki-laki adalah imam dalam keluarga. Kalimat ini sering sekali kita dengar kalau kita membahas tentang sosok laki-laki. Berbicara tentang sosok ini, sepertinya para wanita akan banyak sekali beropini dari sisi positif maupun sisi negatifnya. Wanita akan membutuhkan sosok ini, walau terkadang sosok ini sering membuatnya bersedih . laki-laki yang sering disebut kaum adam , tidak dapat dipungkiri, adalah seseorang yang istimewa di mata wanita, ya sama hal nya dengan wanita yang juga istimewa bagi laki-laki. Hal ini terjadi seperti simbiosis yang saling menguntungkan.

from: Google

Laki-laki yang sejak awal wanita ketahui keadaanya adalah sosok Ayah. Dia lah laki-laki yang akan menjadi “dasar” bagi wanita untuk memilih pendampingnya kelak. Ketika sosok ayah menjadi istimewa, anak wanitanya akan menginginkan sosok yang sama yang sempurna seperti ayahnya, begitupun ketika sosok ayahnya kurang sempurna, karena suatu tindakan tertentu yang dianggap kurang baik, anak wanitanya juga akan menjudge hal yang sama kepada laki-laki lainya. Akan begitu seterusnya, hingga beberapa generasi.




from: google
Siapa lagi yang bisa wanita jadikan sosok laki-laki sempurna selain ayahnya? Tentu bisa saja kakak laki-lakinya, atau saudara laki-lakinya. yang penting, segala tingkah laku dan perbuatanya baik di mata wanita. Tengoklah kisah Luqman di dalam al-qur’an. Luqman al haqim adalah sosok laki-laki sekaligus ayah yang baik untuk keluarganya. Perintah untuk selalu mendekatkan diri pada alloh SWT selalu beliau tanamkan kepada anak-anaknya. Begitu pula dengan sosok nabi Yaqub A.S, beliau pernah menyampaikan pesan untuk anak-anaknya, bahwa kelak ketika ia wafat, maka apa yang wajib disembah sepeninggalnya? (al-baqarah:133)  , tentunya nabi yaqub mengharapkan seluruh keturunananya tetap menyembah alloh SWT, tidak melenceng dan menjauhi apa yang dilarangNYA.

Kisah lainya dapat diambil dari sosok Nabi Nuh. Nabi Nuh adalah sosok ayah sekaligus pemimpin yang baik untuk keluarganya dan juga para pengikutnya. Betapa tidak, ketika azab berupa air bah itu diturunkan oleh alloh SWT, nabi Nuh berjuang untuk menyelamatkan keluarganya dan pengikutnya dari air Bah tersebut, semata-mata karena beliau ingin keluarga dan juga para pengikutnya lebih beriman lagi kepada alloh SWT, terlebih setelah kejadian air Bah tersebut.

Setelah kita tahu, sosok laki-laki teladan diatas, mungkin kita akan bertanya, dan ingin tahu, apakah ada sosook laki-laki yang kurang sempurna? Apakah ada sosok laki-laki yang “gagal” menjadi sosok yang sempurna bagi wanita, jawabanya tentu ada dan saat ini, banyak. Istilah untuk menyebut sosok laki-laki yang “gagal” ini adalah DAYUS. Dayus adalah laki-laki yang mati rasa, laki laki yang tidak punya rasa cemburu , laki-laki yang tidak perduli apabila keluarganya ada yang berbuat salah/dosa.

Bisa dibayangkan, jika didekat kita atau dilingkungan kita ada sosok laki-laki seperti itu, mungkin para wanita tidak terlalu terpengaruh, dengan kelakuanya, hanya saja sebagai sosok pemimpin dalam keluarga, rasanya aneh kalau laki-laki ini sama sekali tidak punya rasa perduli terhadap istrinya atau anaknya atau saudaranya yang hendak berbuat salah/dosa/khilaf, mungkin kasarnya, laki-laki ini seperti tidak punya harga diri, sebagai laki-laki apa yang bisa dia lakukan untuk menyelamatkan keluarganya dari hal yang dapat mencelakakan keluarganya.

 Jika kamu, seorang laki-laki yang mengalami hal seperti ini, seolah tidak mau tahu dan perduli akan apa yang terjadi pada keluargamu, maka hati-hatilah dan segeralah menyadarkan diri, laki-laki dayus ini, tentu bukan sosok yang diinginkan dan diidamkan oleh para wanita. Dan bukan juga sosok yang akan disukai olehNYA.

couple Hug from google

Senang rasanya, bila melihat sosok laki-laki yang baik dan sholeh yang bersanding dengan wanita yang sholehah pula, tentunya hal ini bukan tanpa alasan, ketika keduanya menuju keshalehan yang sama, maka apa yang mereka jalani akan terasa menyenangkan untuk mereka, namun sebaliknya, ketika keduanya tidak berada dalam keshalehan yang sama, saya rasa, salah satunya hanya akan hidup terpaksa dan tidak senang dalam menjalani kehidupanya. Selain itu ketika sosok soleh dan solehah bertemu bersama, maka mereka akan menjadi mitra yang baik dalam segala hal, termasuk mitra yang baik untuk mendidik keturunanya kelak.







created by: @fitryaNB
 Inspired from: Khazanah Trans 7, 5 Agustus 2015



No comments:

Post a Comment