Monday, 1 June 2015

Being single is not the end of the world

I was watched news this morning. I’m little shocked because the information telling about a guy who killed his self. I told to my self, it was horrible…. How can that guy killing his self like that? Any big problem in his life? Or maybe he didn’t have money for run his life? I don’t know… he hang his self in rooftop.

Sebenarnya kasus seperti ini sudah pernah saya lihat di berita. Banyak juga ternyata kasus orang bunuh diri dengan “konyol” seperti itu.  Baik korban laki-laki ataupun wanita. Kemanakah teman-teman/saudara/keluarganya saat itu ya? Hm… apa mereka sedang ada masalah atau terjadi sesuatu hal yang membuat korban menjadi depresi berat seperti itu.


capture by: @isal_rahman


Ternyata banyak alasan (so many reason) yang menjadi latar belakang terjadinya kasus “bunuh diri” tersebut, termasuk yang tadi pagi saya lihat beritanya di TV, konon penyebabnya adalah karena dia “SINGLE” terlalu lama. Saya tidak tahu, dia single sudah berapa ratus tahun sih? Mungkin aja kan masa singlenya dia lebih pendek dari pada saya (nah loh) jika seperti itu, sayang beribu-ribu kali sayang, harus berakhir dengan bunuh diri. Apa sang korban ingin belajar “HARAKIRI” seperti di jepang ya? Ah, mungkin juga tidak, karena hara-kiri ini adalah untuk menjadi TERHORMAT (katanya) bukan untuk menjadi Pecundang semacam itu. So apa yang ada di pikiranya saat itu ya? Mysterious..


Walaupun begitu, depresi xtra berat seperti ini yang notabene karena being a single in longtime( berbeda-beda kadar waktunya),bisa saja dialami setiap orang single yang sudah lama single (yang belum menikah), menurut saya, pikiran-pikiran untuk “MATI INSTANT” seperti itu akan datang ketika kita dalam kesendirian, dan dalam keadaan tidak mengingat tuhan kita. So, apa yang sebaiknya dilakukan ketika detik-detik kedepresian itu mulai muncul peralahan di benak kita? Hal yang pertama, pastinya selalu bawa tuhan/alloh SWT (kalo kamu Islam) selalu ada di hati kamu… jangan DIA terus yang ada di Hatikamunya.. hehe


Mending groupie dulu biar gak depresi hehe

Then…simple… lakukan apa yang menjadi kesukaan kamu. Korban pun, pasti punya satu kesukaan dalam hidupnya, hanya dia terlalu banyak kadar depresinya. Lalu, ketika kamu ngumpul sama temen-temen kamu yang udah pada merit, dan Cuma kamu yang belum.. just relax… mereka hanya akan membully kamu sepersekian menit lah, dan percayalah teman yang baik itu gak akan mempermasalhkan statusnya di dalam kehidupan pertemanan, mau kamu single, janda,duda, wajar aja kok, yang penting kamu bukan lesby dan gay. (oow)

Yang mungkin bisa kamu coba juga,, adalah MENULIS = Write something. Saya pernah baca blog Perempuan Sore dan ada satu motto yang bagus nih yang berhubungan dengan kasus ini, mottonya adalah  :MENULISLAH JANGAN BUNUH DIRI. Tuh kan… saat kamu depresi berat… gak usah deh melakukan hal konyol dan paling berdosa itu yang akan bikin rugi diri kamu sendiri nantinya (di akhirat), mending kesetresan kamu itu, kamu jadikan karya tulis di bukumu atau blogmu atau media apapun itu. Jangan pedulikan gaya bahasa seperti apa yang harus digunakan, cukup menulis.. menulis dan menulis.

Semoga menulis menjadi terapi yang bisa menurunkan tingkat depresi seseorang, bukan karena SINGLE aja, but because anything, hope write can be a good teraphy and medicine for depressed people.
#mythought






Created by: Me


No comments:

Post a Comment