Monday, 24 November 2014

Waktu Naik Bis Antar Kota

Blogers... selamat pagi, selamat hari senin... apakah hari senin masih jadi hari yang dibenci? hehe
semua hari adalah baik, tidak ada senin yang harus dibenci, senin kan tidak menyakitimu, senin juga tidak pernah mengganggumu.. #dialog dengan hari senin.

well, saya akan menceritakan tentang apa sih yang saya sering rasakan ketika saya jadi penumpang Bis Antar kota




biasanya kalau ke luar kota dengan mobil pribadi, pasti perjalananya lebih santai dan waktunya bisa lebih cepat, tapi berbeda dengan naik bis antar kota. selain kita harus prepare dan menunggu di statisiun bis sekitar, yah kita juga harus sabar selama perjalananya.

salah satu hal yang berbeda ketika naik kendaraan pribadi dengan naik bis antar kota adalah, banyak "tukang" jualan yang sering masuk Bis kota. penjual makanan, buku bacaan, buahbuahan, sampai pengamen, mereka silih berganti masuk Bis Antar kota. biasanya mereka akan berpromosi dengan cara, membagikan barang dagangan dulu kepada penumpang, kemudian, mengambilnya lagi dan berharap ada penumpang yang berminat untuk membelinya.

yah.. namanya orang nyari Uang juga kan, kita harus menghargai, walau kadang, sedikit menggangu kenyamanan juga, tapi itu hal yang memang harus terjadi ketika berada dalam bis antar kota. suatu waktu ada tukang jualan yang "sebenanya" barang daganganya saya yakin orang tidak terlalu minat untuk beli, tidak seperti penjual makanan/minuman. dia menjual "Canebo" itu loh, lap yang bisa menyerap air, dipake buat lap motor/mobil biasanya. pertama dia bagikan ke semua penumpang, termasuk saya, uniknya, dia mebagikan satu canebo beserta satu bungkus "Kancing" yang bertuliskan "Kancing" khusus untuk Levis.


kancing levis

saya perhatikan, ketika dia mengambil kembali dagangan yang sebelumnya disebar ke semua penumang, tidak ada satupun penumpang yang beli, wah... kasian juga beliau udah cape-cape promosi tapi engga ada yang beli. saya punya banyak canebo dirumah, kalau beli lagi pun untuk apa , di rumah juga masih bagus canebonya, tapi disisi lain kasihan juga tuh bapak, gak ada yang beli.akhirnya saya gak beli canebo. tapi saya beli aja kancing levisnya, walau sebenarnya gak tau, butuh atau engga.

ini bukan soal, butuh/tidaknya dengan barang-barang jualan tersebut, tapi ini tentang, menguji jiwa sosial kita, ketika melihat pedagang-pedagang di dalam bis seperti itu. kadang nyebelin juga sih, kalau pedagangnya udah maksa kita untuk beli, tapi ya, niatnya menolong si penjual aja deh, berharap walau barang yang gak terlalu dibutuhin ini dibeli, bapak tersebut merasa senang, karena barang daganganya ada yang beli.. hehe.. aaaminn.











Story: ketika berada dalam bis antar kota

2 comments:

  1. berasa lagi dalam bis kota, endingnya terharu ..salut

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya kang, kasian.... :( thanks udah baca kang hehe

      Delete