Monday, 11 August 2014

Me and Kuala Lumpur Part II (fakta-fakta)

Baiklah, berlanjut di sini, setelah tiba di Bandara KLIA 2, kita berhasil bertemu dengan saudara kita yang sudah menunggu cemas sejak 3 jam lalu, tetapi alhamdulilah semuanya lancar.

kita akan menuju ke sekitar jalan imbi, Kuala Lumpur. dari KLIA stasiun 2 ini, ada banyak transportasi yang bisa digunakan untuk menuju jalan tersebut, ada Taxi, ada bus kota juga. karena menunggu taxi cukup lama, jadinya kita mutusin untuk naik bis saja... orang disana menyebut BIS itu  BAS, bukan bis hehe. perjalanan menggunakan Bis ke tujuan kita, kurang lebih 1 jam.kenapa kita ke jalan imbi, karena sebelumnya saudara kita sudah memesan tempat untuk tinggal, disebuah hotel, yang katanya salah satu hotel bagus di Kuala Lumpur, namanya "Berjaya Time Squares". secara penglihatan mata saya, hotel ini ada di jalan imbi, dekat jalan bukit bintang. didepanya ada sebuah hotel juga, namanya Melia Hotel. kawasan ini bisa dibilang kawasan yang jadi tujuan wisata para turis domestik ataupun asing (seperti saya), karena di daerah ini sangat banyak hotel, Plaza, tempat makan, belanja dll.


Berjaya Time Squares, KL



lantai 15, dan paling asik nongkrong disini

 Fakta 1>>

ketika berada di Kuala Lumpur, tepatnya tinggal sementara di daerah jalan imbi ini, kita akan terbiasa dengan pemandangan kota yang sibuk, dan banyaknya turis yang mayoritas berasal dari timur tengah, alias orang Arab. selain mereka, ada juga yang berasal dari Afrika (negro), Cina, Korea, Thailand dan India (Pakistan). bahkan jika kita makan disekitar jalan imbi hingga bukit bintang, penjual makanan disekitar jalan ini banyak yang berasal dari India (pakistan). sebagian ada juga yang orang Cina. justru saya jarang menjumpai orang malaysia asli, apalagi orang indonesia. hanya ketika di Airport dan beberapa toko juga kantor saja yang  terdapat penduduk asli malaysia.

Fakta II>>

Bicara soal liburan ke negeri orang, satu hal lain yg penting adalah urusan "Money" alias uang. bukanya tidak memikirkan soal ini, sebelum berangkat saya sudah mengunjungi Money Changer yg ada di sekitar kota saya tinggal, tapi pas kesana, karena deket2 mau lebaran juga, uang Ringgitnya kosong. (nah loh). saya sempat bertanya Kurs Beli Rupiah ke Ringgit berapa, mereka bilang karena mau lebaran, paling jatuhnya Rp. 4000= 1 Ringgit. kalau di google sih katanya cuman Rp. 3700 rupiah. jadinya saya tukar uang rupiah pertama di Bandara Cengkareng, saya tukar Rp.500.000 saya dengan ringgit, dan saya dapat 131 RM. saya belum tahu, ini nilai uang besarkah? atau malah sebaliknya. dan setelah beberapa hari disana, saya masih ingat, uang sejumlah 131RM itu, saya gunakan untuk beli air mineral di Seven Eleven, trus beli KFC so good, sama beli beberapa souvenir, dan itu abis,,, hanya bersisa 5RM, bayangin aja, 500rb saya, habis beli kyk gitu doank... takutnya kurang, saya tukar 100rb di money changer sekitar hotel, 100rb aja karena katanya, kalo tukar di malaysia, kurs beli lebih mahal... dan ternyata 100rb itu, cuman dapet 23,50RM, tau gak cukup buat apa? cukup buat jajan KFC doang.. he. 50 RM adalah pecahan terbesar dalam ringgit, dan sen adalah uang recehan, yg merupakan pecahan terkecil. 1 RM itu masih bisa dikembalian loh guys.. he

Uang Ringgit Malaysia


Fakta III>>

ini juga gak kalah penting, yaitu soal makanan. jujur, selain KFC so Good itu, selama beberapa hari belum lagi nemu mkanan yang bener-bener enak dan sesuai selera indonesia. di kfC pun, sebenernya rasa 100% berbeda dengan KfC indonesia. KFC indonesia lebih gurih aja rasanya, dan nasinya nasi putih, kalo disini, nasinya nasi lemak. rasanya kayak nasi uduk, ada bau daun salamnya, warnanya agak kuning, makanya harus pake sendok dan pake salad, kalo enggak, percaya deh, rasanya "kurang" enak hiks. akhirnya setelah 2 hari disana, diajaklah kami ke sebuah restoran pakistani food, namanya Paradise Pakistani Restaurant, di jalan Bukit bintang.

dari google(gak sempet motret)

dari google (gak sempet motret)
 nah, Pas disini inilah,,, baru selera makan saya "muncul" lagi (kasian yaa)... kalo dirasa-rasa karena mungkin masih satu benua ya, asia... masakan orang india,pakistan ini enak loh, dari bumbunya sih mirip-mirip masakan padang. berkuah, bersantan, dan agak pedas. hanya saja dominasi bumbu disni adalah bumbu kare. ada ikan tuna kare, ayam kare, dll (karena saya demenya ikan , ayam aja). untuk jenis nasi, alhmdulilah ada nasi putih normal disni, kualitas berasnya bagus, 2 hari take away, diangetin masih wangi lohm gak lembek dan bau. kalo kita tetep makan pake nasi dong,, tapi liat disebelah kita, mereka hanya makan dengan "Chapati" roti yang tipis mirip martabak , ukuranya lebar dan trbuat dari teriguuu. tapi enak juga, makan ini sama kare ayam/ikan, kenyangnya sama dengan makan nasi.

chapati from google


Fakta IV>>

habis makan, harus minum dong... saat disana, saya selalu beli air mineral yang seperti ini:

Aktif air mineral


kenapa air mineral ini, karena rasanya seperti air aqua, cocok untuk saya dan adik saya, itu aja sih alasanya. bisa dibeli di seven eleven/giant disana, harganya 1,30 RM.











To be Continued lagi...
Location: Berjaya time squares, JL. Imbi,KL
photo taken use: Sony Xperia Go+ oshino

No comments:

Post a Comment