Wednesday, 20 November 2019

Tips Beli Rumah Bekas Minimalis dengan KPR yang Menguntungkan



Membeli rumah bekas minimalis merupakan salah satu alternatif cara untuk memiliki rumah tanpa harus ribet. Namun, membeli rumah bekas juga tidak sembarangan, kita harus memastikan bahwa rumah bekas tersebut tidak bermasalah di kemudian hari setelah ditempati.

Beli Rumah dengan KPR
Memiliki rumah sendiri yang sesuai keinginan saat ini bukanlah hal yang sulit. Namun, harga rumah yang terus meningkat setiap tahunya terkadang membuat kita menunda rencana untuk segera membeli rumah. Solusinya, membeli rumah lewat KPR (kredit pemilikan rumah) dapat membantu untuk mempermudah kita membeli rumah yang sesuai kebutuhan.

KPR merupakan fasilitas kredit dari bank untuk para nasabahnya yang berkebutuhan untuk membeli rumah atau melakukan renovasi rumah. Salah satu kebutuhan nasabah yang juga dapat diwujudkan lewat KPR adalah membeli rumah bekas minimalis. Nasabah memilih untuk membeli rumah bekas karena harganya lebih terjangkau serta bebas beban pajak PPN ( pajak pertambahan nilai).

Nasabah perlu memahami mengenai masalah yang sering muncul ketika membeli rumah bekas minimalis melalui KPR. Kurangnya pemahaman mengenai proses KPR, persyaratan KPR hingga pembelian rumah dapat menghambat proses untuk mendapatkan rumah bekas itu sendiri. Untuk menghindari hal tersebut, berikut ini tips-tips aman ketika beli rumah bekas minimalis lewat KPR yang menguntungkan:

·         Perhatikan Lokasi Rumah
Sebagai nasabah yang ingin membeli rumah bekas, Anda harus mengetahui dengan detail lokasi rumah bekas tersebut. Lokasi rumah yang strategis tentunya dapat memudahkan akses transportasi, sekolah, lokasi kerja serta menghindari kemacetan yang terlalu parah. Pastikan bahwa lokasi rumah bekas yang dibeli ini bebas dari banjir dan longsor. Sebaiknya, pilih lokasi rumah yang dapat memudahkan Anda untuk beraktifitas.

·         Perhitungkan Usia Bangunan
Usia bangunan biasanya identik dengan harga rumah bekas  yang akan ditawarkan. Umumnya, usia bangunan dibawah 10 tahun tergolong bangunan yang masih baru, sementara usia bangunan yang lebih dari 20 tahun, termasuk bangunan rumah lama atau tua. Rumah lama biasanya memiliki kualitas yang juga menurun. Jika membeli rumah bekas dengan usia bangunan diatas 20 tahun, maka harus mempersiapkan dana extra untuk renovasi.

·         Perhatikan Keadaan Lingkungan Sekitar
Keadaan lingkungan sekitar rumah bekas yang akan dibeli juga penting untuk diperhitungkan. Lingkungan yang nyaman dan aman tentu lebih baik untuk ditempati. Jangan lupa untuk mengecek keadaan lampu jalan di area sekitar jalan menuju rumah bekas Anda. Lakukan Tanya jawa langsung dengan masyarakat sekitar (jika perlu) untuk mengetahui tindak kriminalitas yang pernah terjadi.

·         Legalitas Rumah Bekas
Legalitas dalam pembelian rumah bekas ini, meliputi beberapa dokumen penting seperti :

1.       SHM (Surat Hak Milik)
2.       Surat Izin Mendirikan Bangunan (IMB)
3.       Surat pembayaran pajak (PBB)
4.       Pastikan nama yang tertera di sertifikat SHM adalah nama penjual
5.       Lakukan balik nama jika SHM bukan atas nama penjual
6.       Pastikan luas bangunan pada IMB sesuai dengan PBB
7.       Pastikan penjual rumah bekas sudah melunasi PBB sertakan bukti bayarnya
Kelengkapan dokumen-dokumen penting tersebut dapat mempengaruhi harga jual rumah bekas  dan mempermudah proses KPR di bank

·         Mengecek Harga Pasaran
Nasabah sebaiknya mengecek harga pasaran dari rumah bekas minimalis yang akan dibeli, dengan cara mencari informasi sebanyak mungkin mengenai harga pasaran tanah serta rumah di lokasi yang Anda tentukan. Hal ini akan mempermudah dalam proses tawar menawar harga rumah bekas.
Lakukan penaksiran harga rumah bekas, dengan beberapa hal berikut ini:

1.       Hitungan berdasarkan nilai pasar = harga tanah + nilai bangunan dan sarana pelengkapnya
2.       Tanyakan pada pihak developer mengenai taksiran harga rumah bekas. Perhitungan ini biasanya rata-rata harga. Contohnya, jika luas bangunan adalah 6o meter persegi serta nilai rata-ratanya 2.5 juta permeter, totalnya  luas bangunan  dikali harga nilai bangunan atau 60 x 2.5 = 150 jutaan.
3.       Pastikan menaksir harga rumah sesuai dengan NJOP (nilai jual objek pajak)
Bantuan appraiser professional, untuk melakukan bantuan appraiser yang biasanya datang dari pihak bank terkait yang sudah berpengalaman dalam menaksir harga rumah bekas minimalis

·         Perhatikan Kualitas Bangunan
Yang tidak kalah penting saat memutuskan membeli rumah bekas minimalis adalah memperhatikan kualitas fisik bangunan rumah tersebut. Beberapa hal yang harus dicek seperti :

1.       Mengecek kondisi dinding, mungkin terdapat noda bekas serta rembesan air
2.       Mengecek kondisi jendela, kusen , pintu, plafon hingga atap rumah , bisa jadi terdapat bekas sarang rayap
3.       Mengecek keadaan lantai apakah sudah retak-retak atau masih bagus dan layak digunakan
4.       Berpindah ke bagian atas, jika kondisinya masih baik apakah terdapat tanda-tanda akan keropos hingga bocor di bagian talangnya
5.       Jangan lupa juga untuk mengecek jaringan listrik PLN di rumah bekas tersebut
6.       Cek juga kondisi sumber air yang digunakan , setidaknya jarak jalur pipa air minimal harus 10 meter dari tangki septitank agar jauh dari pencemaran
Keseluruhan hal tersebut juga dapat mempengaruhi harga jual rumah ketika proses tawar menawar.

·         Berdiskusi dengan Pihak Bank
Saatnya mencari KPR yang sesuai dengan keadaan financial Anda dan dirasa dapat mewujudkan keinginan Anda untuk membeli rumah tanpa ribet. Perhatikan beberapa persyaratan yang wajib nasabah lengkapi di bawah ini:

1.       KTP
2.       Kartu Keluarga
3.       Surat Nikah (fotokopi)
4.       NPWP
5.       Slip Gaji 3 bulan terakhir
6.       Rekening  Koran tabungan 3 bulan terakhir
7.       Surat keterangan bekerja
8.       Fotokopi sertifikat SHM, IMB, serta bukti bayar PBB yang sudah lunas
9.       Surat kesepakatan jual beli rumah antara penjual juga pembeli yang sudah diberi materai dan di tanda tangani

Ketika persyaratan sudah masuk ke pihak marketing KPR bank terkait, Anda hanya perlu menunggu hingga proses pengecekan BI checking lolos kemudian masuk ke proses appraisal. Dalam proses appraisal tersebut nasabah akan dikenakan biaya , setiap bank memiliki biaya appraisal yang berbeda-beda.

·         Appraisal Untuk Menawar Harga
Masih menunggu proses appraisal dari pihak bank, proses menunggu ini cukup lama bisa memakan waktu hingga 1 bulan atau lebih (tergantung pihak bank bersangkutan). Biaya Appraisal biasanya dibayarkan nasabah dimuka (di luar KPR). Dalam proses menunggu tersebut, bisa Anda gunakan untuk proses tawar menawar kembali dengan pihak penjual.

·         Akad Kredit dan Menyelesaikan Perjanjian
Sampai juga pada tips terakhir, yaitu tahap membereskan semua perjanjian serta melakukan penanda tanganan akad kredit. Sebelumnya, pihak bank biasanya akan memberikan SPK (surat perjanjian kredit) dengan isi seputar informasi biaya-biaya kredit, biaya penalty, biaya bunga hingga biaya penunjukan notaris yang disetujui.

·         Ikuti Semua Tips Diatas Untuk Kelancaran Proses Pembelian Rumah Bekas Minimalis
Ingin memiliki rumah bekas minimalis yang sesuai keinginan dan sesuai budget tentunya ingin dimiliki dengan cara yang lebih mudah dan tidak ribet. Untuk itu, nasabah perlu memperhatikan beberapa tips di atas agar proses awal hingga akhir pembelian rumah bekas minimalis lewat KPR ini bisa berjalan lancar tanpa hambatan, sehingga Anda bisa segera menempati rumah yang sesuai keinginan.

Demikianlah beberapa tips jitu beli rumah bekas minimalis yang menguntungkan dengan KPR. Kini, Anda bisa mendapatkan hunian minimalis idaman Anda, melalui KPR dengan mudah.
  
  


Friday, 5 October 2018

How to Make Red Velvet Cake without Ignored your Diet


Red Velvet is a popular cake in this world. First time I saw this cake, I already like with the color and I think about the taste should be delicious more my another favorite cake, Black Forest cake. When you buy red velvet and you slice this cake, you will see the white line between the red cake. It was so attractive and make me want to eat in a hurry.

Red Velvet from Google

Sunday, 12 August 2018

Ini Alasan Aku Belum Nikah Juga !

Menulis artikel tentang tema "telat nikah" bikin sensitf juga nih. Pasalnya, saya sendiri adalah anggota dari klub wanita yang belum menikah di dunia ini, untuk usia yang sudah sangat pantas untuk menikah dan berumah tangga. Sama seperti wanita dan pria lajang lainya yang sedang mengalami hal ini, saya yakin ada alasan tersendiri mengapa hal ini masih "tertunda". Saya sendiri kurang senang jika keadaan telat menikah ini dibilang "sengaja ditunda" karena pilih-pilih atau karena terlalu sibuk dengan pekerjaan atau sibuk travelling.


Mungkin tuduhan tersebut ada benarnya juga, tetapi setiap orang lajang punya alasan tersendiri, yang belum tentu dimengerti oleh orang lainya. Biarlah itu menjadi PR orang - orang yang masih single, agar dia bisa segera melancarkan hal yang masih "tertunda" ini dan segera menikah sesuai dengan keinginan dan rencana yang telah dibuatnya. kembali lagi ke pertanyaan utama dari artikel ini "kenapa belum nikah" ?


Friday, 6 April 2018

9 Tips Kuliah di Luar Negeri Agar Sukses Hingga Lulus


Secara global, hampir 4,3 juta mahasiswa kini kuliah di bukan negaranya sendiri, menurut Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD). Negara yang memiliki persentase besar mahasiswa internasional termasuk Australia, Inggris, Swiss, Selandia Baru dan Austria -berdasarkan urutan paling banyak ke paling sedikit- dan lebih dari setengah mahasiswa asing adalah para mahasiswa asal Asia. (BBC News)

Kutipan tersebut merupakan sebuah fakta tentang banyaknya populasi mahasiswa Asia yang daftar kuliah di luar negeri, salah satunya adalah mahasiswa dari Indonesia. Sudah bukan hal yang baru, jika setelah lulus sekolah menengah atas, sebagian orang Indonesia, memilih untuk melanjutkan kuliah ke luar negeri. Kuliah di luar negeri tentunya tidak semudah membalikan telapak tangan. Diperlukan beberapa persiapan yang matang agar dapat berjalan dengan lancar.